Kemendikbudristek Sebut Vaksinasi Bukan Syarat Digelarnya PTM

- Minggu, 12 September 2021 | 21:27 WIB
Ilustrasi PTM  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi PTM (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOPONTIANAK.COM -- Beberapa daerah mulai turunkan status level PPKM karena menurunnya kasus Covid-19. Untuk itu beberapa daerah bersiap gelar pembelajaran tatap muka untuk semua tingkatan sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, menyebutkan syarat yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan untuk dapat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Dari syarat tersebut, pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama berada di wilayab PPKM level I-III.

“Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah satuan pendidikan tersebut harus sudah masuk di wilayah PPKM level I sampai dengan III. Apalagi jika pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi, sekolah wajib menyediakan opsi tatap muka terbatas, juga memberi opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ungkap Jumeri dikutip dari kanal Youtube Kemendikbud RI, Minggu (12/9/2021), dilansir dari Republika.

Baca Juga: Komnas HAM Sebut Pembangunan Penjara Bukan Solusi Over Capacity

Menurut Jumeri, pendidik dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi di wilayah PPKM level I sampai dengan III boleh melakukan PTM terbatas. Jumeri mengungkapkan, saat ini vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan dosis pertama sudah mencapai 60 persen dan untuk dosis kedua sudah di angka 40 persen.

"Atau dari 5,5 juta guru sudah 3,4 juta orang yang divaksinasi. Sedangkan untuk dosis kedua sudah sebanyak 40 persen dari jumlah guru," kata dia.

Jumeri melanjutkan, apabila peserta didik akan mengikuti PTM terbatas, hal penting yang harus didapatkan adalah izin orang tua. Siswa dapat tetap belajar dari rumah apabila orang tua belum mengizinkan karena berbagai alasan, termasuk jika memiliki penyakit bawaan. Mengajar dari rumah juga boleh dilakukan oleh guru yang memiliki komorbid.

Baca Juga: Begini Kata Djanur Tentang Dua Kali Kekalahan Beruntun Barito Putera

Hal tersebut dia sampaikan pada Silaturahmi Merdeka Belajar episode 6: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Kesiapan Pemerintah Daerah pada Kamis (9/9) lalu. Pada kesempatan itu, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, prioritas vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan tetap berjalan.

Halaman:

Editor: Thovan Sugandi

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM Hadir di Lampung

Senin, 30 Januari 2023 | 22:07 WIB

Ikuti Workshop Bisnis bjb PESATkan UMKM di Palembang

Senin, 30 Januari 2023 | 22:04 WIB

Rights Issue BTN Oversubscribed 1,6 Kali

Jumat, 6 Januari 2023 | 11:20 WIB
X